Resource Therapy adalah modalitas psikoterapi berbasis “Parts” (Parts-based psychotherapy) yang dikembangkan oleh Profesor Gordon Emmerson, PhD.

Resource Therapy Indonesia adalah organisasi yang menaungi pembelajaran dan pengembangan Resource Therapy di Indonesia.
Resource Therapy Indonesia didirikan oleh Alguskha Nalendra, Executive Director of Resource Therapy untuk area Indonesia dan Malaysia, yang ditunjuk secara resmi oleh Profesor Gordon Emmerson, PhD dan Resource Therapy International (RTI), untuk mengembangkan Resource Therapy di Indonesia dan Malaysia.
Temukan penjelasan lebih lengkap seputar Resource Therapy di daftar putar yang sudah kami siapkan di website ini.
Sejak awal dikembangkannya Resource Therapy dirancang sebagai modalitas spesifik untuk mengefektifkan sesi jalannya psikoterapi, menjadikan diagnosis permasalahan bisa ditegakkan dengan lebih cepat sehingga penanganan bisa dilakukan dengan lebih strategis.
Sesi psikoterapi dengan Resource Therapy mengeksplorasi dinamika kepribadian dengan berfokus langsung pada “bagian dalam diri” (Parts) yang menjadi akar dari gejala permasalahan dalam diri seseorang, yang memungkinkan resolusi penanganan bisa terjadi dengan lebih cepat dan dengan interval sesi yang lebih sedikit.
Resource Therapy dilakukan dalam format dialog dimana klien terlibat secara aktif dalam pembicaraan yang berlangsung. Hal ini menjadikan Resource Therapy juga efektif digunakan untuk meningkatkan efektivitas sesi konseling.
Sesi konseling dengan Resource Therapy memungkinkan konselor untuk dengan lebih cepat memfasilitasi klien menemukan “bagian dalam diri” (Parts) yang menjadi sumber masalah dalam situasi yang dihadapinya, dan menciptakan resolusi yang diperlukan oleh Bagian tersebut sehingga memungkinkan klien untuk bisa terbebas dari masalahnya dengan efektif.
Dengan pendekatan yang berfokus pada “bagian dalam diri” (Parts) sebagai sumber daya (resources) perubahan, Resource Therapy menjadikan sesi coaching berjalan dengan lebih efektif, memungkinkan klien terhubung dengan potensi alami dalam dirinya.
Terdapat proses pemetaan potensi dalam Resource Therapy yang disebut “Resource State Mapping”. Dengan menggunakan proses ini, seseorang bisa memetakan potensi alaminya dengan lebih strategis dan mendayagunakannya untuk meningkatkan efektivitas perubahan dan pencapaiannya di situasi yang dihadapinya.
