Jalannya Sesi Resource Therapy

Detail Teknis Penanganan

Terapi pada "Parts"

Sebagai sebuah “Parts-based intervention”, Resource Therapy merupakan teknik terapi yang berfokus mengeksplorasi “Bagian-bagian” (Parts) dalam diri manusia. Namun demikian, seperti apa kiranya lebih jelasnya detail teknis dan jalannya penanganan dalam Resource Therapy? 

Parts penyebab permasalahan

Dalam perspektif Parts-based intervention, di balik gejala permasalahan emosi, perilaku dan psikosomatis yang seseorang alami, terdapat keberadaan Parts yang melatari munculnya permasalahan tersebut. 

Karena permasalahan yang seseorang alami dilatari oleh Parts spesifik, maka penanganan pun ditujukan untuk membebaskan Parts tersebut dari permasalahan yang semula dialaminya. Seiring Parts yang sebelumnya melatari permasalahan terbebaskan dari masalahnya, akan reda juga gejala permasalahan yang seseorang alami.

Komunikasi dengan Parts

Proses esensial dalam Parts-based intervention bermula dari “komunikasi pada Parts” dimana di tahap ini terapis bukan sebatas berkomunikasi dengan klien, namun dengan Parts dalam diri klien. 

Langkah yang satu ini akan sangat mensyaratkan keahlian khusus. Hal ini karena terapis perlu memiliki kecakapan untuk mengakses dan memunculkan Parts dalam diri seseorang ke lapisan “permukaan” untuk kemudian diajak berkomunikasi.

Dalam Resource Therapy, proses ini dilakukan melalui tindakan yang disebut “Resource Therapy Action – Vivify Specific“. 

Setelah Part yang difokuskan untuk ditangani bisa diakses di permukaan, barulah proses terapi difokuskan pada Part spesifik ini untuk membebaskannya dari kondisi permasalahan yang dialaminya.

Kategori/"diagnosis" Parts

Semakin spesifik kejelasan permasalahan yang Parts alami, semakin strategis tindakan yang bisa diterapkan untuk membebaskan mereka dari permasalahannya. Hal ini yang menjadikan ragam Parts-based intervention menetapkan klasifikasi permasalahan pada Parts sesuai  dengan dasar teori yang diusungnya.

Dalam Resource Therapy, spesifikasi permasalahan pada Parts dikategorikan dengan panduan yang disebut “Resource State Diagnosis“. Berdasarkan kriteria diagnosis inilah strategi tindakan penanganan kemudian dirancang untuk membebaskan Parts dari permasalahan yang dialaminya.

Solusi untuk Parts

Setelah Parts yang difokuskan untuk ditangani bisa diakses untuk berkomunikasi barulah terapis mengupayakan solusi yang diperlukan Parts untuk membebaskan mereka dari permasalahannya.

Lain kriteria diagnosis pada Parts, akan lain juga solusi yang dibutuhkan untuk meredakan permasalahan yang seseorang alami. Disinilah praktisi Resource Therapy dilatih untuk memfasilitasi tindakan penanganan yang diperlukan oleh Parts secara strategis sesuai kriteria diagnosisnya.