Resource Therapy adalah modalitas psikoterapi berbasis “Parts” (Parts-based psychotherapy) yang dikembangkan oleh Profesor Gordon Emmerson, PhD.
Meninjau konsep “kepribadian” dari perspektif “Parts-Personality”.
Penelitian terkini dalam dunia psikologi mendapati bahwa kepribadian manusia bukan hanya bisa ditinjau sebagai satu keberadaan tunggal (single-personality), melainkan terdiri dari “Bagian-bagian kepribadian” (Parts-personality), yang kelak membentuk kesatuan utuh kepribadian dan perilaku diri kita.
Teori pembentukan Parts-personality
Manusia mengalami masa tumbuh-kembangnya dengan belajar merespon berbagai hal di luar dirinya. Seiring waktu berjalan, proses pembentukan respon ini kemudian “terkonsolidasi” sebagai jaringan sinaptik dalam otak kita yang diwakili oleh akson dan dendrit. Setiap kali dihadapkan dengan sebuah situasi untuk kita respon, sistem sinaps kita aktif merespon situasi itu sebagaimana memori dalam diri kita terkondisikan untuk merespon situasi tersebut.
Proses pembentukan sistem sinaps yang terjadi secara fisik ini juga membentuk keberadaan “sistem psikis” dalam diri kita yang berfungsi spesifik untuk merespon situasi yang kita hadapi, sebagaimana memori dalam diri kita terkondisikan untuk merespon situasi tersebut. Sistem psikis yang bekerja tidak ubahnya sebuah “mode merespon” inilah yang dikenal sebagai “Parts”.

Dengan banyaknya pengalaman hidup yang kita lalui dan dengan beragamnya situasi yang kita respon, terbentuk juga banyak Parts dalam diri kita. Setiap Parts kelak memiliki peran dan fungsi spesifik dalam diri kita sebagai “mode untuk merespon situasi yang kita alami”.
Seiring dengan banyaknya Parts dengan beragam fungsinya dalam diri kita, seseorang dikatakan “sehat” jika Parts dalam dirinya berada di kondisi yang sehat, dan aktif di waktu dan tempat yang tepat untuk merespon situasi berdasarkan fungsi dan perannya.
Sebaliknya, Parts yang “tidak sehat”, baik karena stres, trauma atau luka batin, atau aktif di waktu dan tempat yang salah (tidak sesuai peran dan fungsinya), akan menjadi akar penyebab dari berbagai jenis masalah emosi, perilaku dan bahkan fisik, yang seseorang alami.
Dalam Resource Therapy, Parts yang sehat, yang aktif di waktu dan tempat yang tepat sesuai fungsi dan perannya dikategorikan sebagai parts dalam kondisi “normal” (normal state).
Dalam Resource Therapy, bermasalahnya (tidak normalnya) kondisi Parts dikategorikan menjadi 4 kategori utama:
Tujuan penanganan dengan Resource Therapy adalah “mengembalikan Parts yang bermasalah ke kondisi normalnya” dengan menggunakan pendekatan strategis dan sistematis, yang terangkum ke dalam 4 tahapan “Resource Therapy Process” dan 15 jenis tindakan penanganan yang disebut “Resource Therapy Action“.

Sejak awal dikembangkannya Resource Therapy dirancang sebagai modalitas spesifik untuk mengefektifkan sesi jalannya psikoterapi, menjadikan diagnosis permasalahan bisa ditegakkan dengan lebih cepat sehingga penanganan bisa dilakukan dengan lebih strategis.
Sesi psikoterapi dengan Resource Therapy mengeksplorasi dinamika kepribadian dengan berfokus langsung pada “bagian dalam diri” (Parts) yang menjadi akar dari gejala permasalahan dalam diri seseorang, yang memungkinkan resolusi penanganan bisa terjadi dengan lebih cepat dan dengan interval sesi yang lebih sedikit.
Resource Therapy dilakukan dalam format dialog dimana klien terlibat secara aktif dalam pembicaraan yang berlangsung. Hal ini menjadikan Resource Therapy juga efektif digunakan untuk meningkatkan efektivitas sesi konseling.
Sesi konseling dengan Resource Therapy memungkinkan konselor untuk dengan lebih cepat memfasilitasi klien menemukan “bagian dalam diri” (Parts) yang menjadi sumber masalah dalam situasi yang dihadapinya, dan menciptakan resolusi yang diperlukan oleh Bagian tersebut sehingga memungkinkan klien untuk bisa terbebas dari masalahnya dengan efektif.
Dengan pendekatan yang berfokus pada “bagian dalam diri” (Parts) sebagai sumber daya (resources) perubahan, Resource Therapy menjadikan sesi coaching berjalan dengan lebih efektif, memungkinkan klien terhubung dengan potensi alami dalam dirinya.
Terdapat proses pemetaan potensi dalam Resource Therapy yang disebut “Resource State Mapping”. Dengan menggunakan proses ini, seseorang bisa memetakan potensi alaminya dengan lebih strategis dan mendayagunakannya untuk meningkatkan efektivitas perubahan dan pencapaiannya di situasi yang dihadapinya.