Dinamika Resource State Pathology

Tujuan dari Resource Therapy (RT) adalah mengembalikan Part yang mengalami permasalahan ke kondisi idealnya, dimana kondisi ini disebut sebagai Normal State.

Beranjak dari pemahaman ini, sedianya kita juga dengan sendirinya jadi bisa mendefinisikan seperti apa situasi kebalikannya, yaitu kondisi “tidak sehat” yang dilambangkan dengan berbagai gejala permasalahan emosi, perilaku dan psikosomatis, dimana hal ini turut bersumber dari kondisi Resource State yang tidak sehat, yang dalam RT dipetakan atas empat kondisi, yaitu Vaded State, Retro State, Conflicted State dan Dissonant State.

 

 

Vaded State

Vaded State: Resource State yang pernah mengalami kejadian yang membuatnya terancam, tersakiti, atau terluka dan ia pun kemudian berdiam di Underlying State dengan membawa luka itu. Vaded State bisa aktif di Conscious State karena merasa ada perkara yang sejenis dengan yang dirasa pernah melukainya dulu, ketika ia aktif maka ia pun muncul dengan mengekspresikan lukanya itu dalam bentuk reaksi emosi negatif yang membuat kita tidak berdaya (powerless), kehilangan kendali atas logika, kehendak dan nurani kita, karena ia ingin menghindari hal yang dianggapnya sebagai ancaman.

Baru setelah perkara yang dianggapnya bisa melukainya berlalu Vaded State kembali ke Underlying State. Karena Vaded State berada di Underlying State maka Resource State yang lalu aktif di Conscious State setelahnya tidak tahu kenapa tadi kendali diri itu hilang, karena ia tidak mengenali keberadaan Vaded State.

Kondisi yang dialami oleh Vaded State terbagi lebih jauh menjadi empat jenis, yaitu:

(1) Vaded with Fear: Resource State yang mengalami peristiwa yang dianggapnya sedemikian membahayakan sampai-sampai dirasa mengancam keselamatannya. Vaded wuth Fear adalah Resource State yang melatari berbagai permasalahan berbasis gejolak kecemasan dan ketakutan yang bersumber pada objek di luar diri, seperti fobia, gangguan rasa cemas, serangan panik.

(2) Vaded with Rejection: Resource State yang mengalami peristiwa yang membuatnya tertolak (rejected) dan merasa tidak berharga. Vaded with Rejection adalah Resource State yang melatari gejala kecemasan dan ketakutan yang bersumber dari rasa tidak layak atau rasa tidak percaya diri, seperti rasa takut atau rasa minder dalam interaksi sosial atau ketika tampil di depan umum.

(3) Vaded with Confusion: Resource State yang memendam beban perasaan pada pihak tertentu, namun tidak berdaya untuk bisa mengungkapkannya, sampai-sampai ia bingung (confused) sendiri dan memusingkan yang bergejolak dalam dirinya. Vaded with Confusion adalah Resource State yang melatari rasa dendam, penyesalan, kedukaan, dan berbagai beban perasaan lain yang ditujukan pada sosok tertentu.

(4) Vaded with Disappointment: Resource State yang begitu memendam kekecewaan (disappointment) berat, sedemikian beratnya sampai-sampai ketika aktif ia muncul dalam bentuk rasa kehilangan gairah hidup dan menyabotase Resource State lain menjadi tidak bisa muncul karena kemunculannya, membuat seseorang kelak memasuki mode yang sedemikian “depresif”. Vaded with Disappointment adalah Resource State yang melatari permasalahan depresi.

 

 

Retro State

Retro State: merupakan Resource State yang ketika aktif di Conscious State mengendalikan perilaku kita, namun perilaku itu tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan (logika, kehendak atau nurani kita merasa perilaku itu adalah perilaku yang salah/tidak seharusnya).

Ketika Retro State aktif di Conscious State ia memegang kendali atas perilaku negatif yang berlangsung dan selama ia aktif kita ikut larut dengan apa yang ia sedang lakukan, seolah sedang kehilangan kendali. Baru setelah Retro State berhenti aktif di Conscious State kita merasa bersalah karena melakukan hal yang menuruti kita tidak seharusnya/sepantasnya kita lakukan.

Kondisi yang dialami oleh Retro State terbagi lebih jauh menjadi dua jenis, yaitu:

(1) Retro Original: Resource State penyebab masalah perilaku spesifik dimana perilaku itu sudah berlangsung sejak kecil.

(2) Retro Avoiding: Resource State penyebab masalah perilaku yang muncul untuk menghindari (avoiding) kemunculan Vaded State.

Retro Avoiding merupakan mekanisme pertahanan (defense mechanism) yang terbentuk untuk menghindari ketidaknyamanan yang dilatari oleh kemunculan Vaded State.

Ada kalanya seseorang mengalami situasi yang memicu Vaded State aktif di Conscious State dimana situasi ini bisa dirasa sangatlah tidak nyaman. Disinilah Retro State aktif mengalihkan orang ini agar Vaded State tidak perlu aktif dengan larut pada perilaku yang dirasa membawa kesenangan. Sayangnya perilaku ini ternyata membawa masalah tersendiri nantinya.

Berbagai jenis permasalahan perilaku yang bisa ditimbulkan oleh Retro State yaitu penundaan, kecanduan, kebiasaan buruk dan kesulitan mengendalikan tempramen.

 

 

Dissonant State

Dissonant State: berbeda dengan Vaded State dan Retro State dimana dua kategori itu mendefinisikan kondisi dari Resource State yang tidak ideal (Vaded State dianggap tidak ideal karena ia Resource State yang terluka, yang keaktifannya di Conscious State melatari masalah emosi, sementara Retro State tidak ideal karena ia Resource State yang kemunculannya di Conscious State menjalankan perilaku yang tidak seharusnya), Dissonant State bukan melambangkan permasalahan pada kondisi Resource State yang aktif di Conscious State, melainkan permasalahan pada waktu dari kemunculannya yang tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam kondisi Dissonant State, Resource State yang aktif di Conscious State tidak membawa luka seperti pada Vaded State, ia juga tidak melakukan perilaku yang kita anggap salah dan tidak seharusnya kita lakukan seperti pada Retro State. Ia adalah Resource State yang sehat, hanya saja ia aktif di Conscious State di waktu dan tempat yang bukan menjadi peruntukkannya, sehingga yang kita lakukan jadi tidak efektif karenanya, seperti ada perasaan “salah tingkah”.

 

 

Conflicted State

Conflicted State: serupa dengan kondisi Dissonant State, Conflicted State mengacu pada masalah yang diakibatkan kemunculan Resource State di waktu dan tempat yang tidak tepat. Lebih jelasnya yaitu karena ada dua Resource State yang ingin aktif di Conscious State bersamaan menjalankan tugasnya dalam satu waktu yang sama. Satu Resource State sedang aktif di Conscious State, namun ada Resource State lain yang “merongrong” karena ingin menjalankan tugasnya juga.

Kedua Resource State ini tidak menghargai satu sama lain karena masing-masing ingin melakukan yang dianggapnya benar, mereka merasa Resource State lain yang melakukan hal yang berlawanan dan menghambat mereka menjalankan tugasnya adalah “penghalang”, yang tidak jarang menjadikan mereka jadi saling tidak menyukai satu sama lain (berkonflik atau “conflicted” dalam Bahasa Inggris).

Beberapa gejala masalah yang bisa timbul dari Conflicted State di antaranya yaitu gangguan/sulit tidur, overthinking, kelelahan kronis, atau disonansi kognitif.

Empat kondisi di atas (Vaded, Retro, Dissonant dan Conflicted) yang mencerminkan jenis permasalahan pada Resource State dalam RT disebut sebagai Resource State Pathology.

 

Resource State Pathology Keterangan
Vaded with Fear Resource State yang mengalami peristiwa yang dianggapnya sedemikian membahayakan sampai-sampai dirasa mengancam keselamatannya
Vaded with Rejection Resource State yang mengalami peristiwa yang membuatnya tertolak dan merasa tidak berharga
Vaded with Confusion Resource State yang memendam beban perasaan pada pihak tertentu, tapi tidak bisa mengungkapkannya
Vaded with Disappointment Resource State yang memendam kekecewaan berat sampai kehilangan gairah hidup
Retro Original Resource State penyebab masalah perilaku yang sudah berlangsung sejak kecil
Retro Avoiding Resource State penyebab masalah perilaku yang muncul untuk menghindari kemunculan Vaded State
Conflicted State Resource State diri yang tidak menghargai satu sama lain ingin aktif dalam satu waktu secara bersamaan
Dissonant State Resource State yang sehat, tidak membawa luka, hanya saja keluar di waktu dan tempat yang salah, yang bukan menjadi fungsi dan tugasnya

 

Penulis:

Professional Life Coach & Clinical Hypnotherapist, Executive Director of Resource Therapy For Indonesia & Malaysia