Resource Therapy & Hipnoterapi

Tidak bisa dipungkiri, dalam praktiknyaterutama di indonesiaResource Therapy (RT) masih sering dihubung-hubungkan dengan hipnosis dan hipnoterapi, apalagi memang banyak hipnoterapis yang mempelajari RT untuk melengkapi khazanah teknik praktiknya di ruang terapi.

Pertanyaan yang sering kali juga diajukan bahkan adalah “Apakah RT merupakan (bagian dari) hipnosis atau hipnoterapi?”

Meski terdengar sebagai satu pertanyaan sederhana, jawaban dari pertanyaan ini justru tidaklah sesederhana kelihatannya. Hal ini karena kesalahan penafsiran atas jawaban yang sebatas “ya” atau “tidak” akan membuahkan kesalahan juga dalam praktiknya.

Sebagai seorang yang juga menjalani profesi sebagai hipnoterapis, jawaban atas pertanyaan di atas bagi saya bukanlah “ya atau tidak”, melainkan justru “ya dan tidak”.

Kenapa dikatakan demikian? Karena hal ini akan mengajak kita untuk memahami definisi dan wujud praktik dari hipnosis-hipnoterapi terlebih dahulu.

Hipnosis sendiri sebenarnya adalah sebuah “kondisi’, tepatnya yaitu: “kondisi perpindahan kesadaran dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadarbaik secara disengaja atau pun tidakyang ditandai dengan berpindahnya gelombang otak dari beta ke alpha atau theta, yang juga menjadikan lebih reseptifnya pikiran dalam menerima pesan mental (sugesti) tertentu.”

Dengan definisinya sebagai sebuah kondisi, perlu kita sadari dulu bahwa kondisi “perpindahan kesadaran dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar” ini bukanlah perkara yang sepatutnya dirumitkan dan bahkan sering kita alami dalam keseharian kita.

Kondisi ketika fokus tertuju ke dalam diri sehingga kita lebih bisa peka merasai emosi dan sensasi dalam diri secara utuh pun sudah akan menciptakan fenomena “perpindahan kesadaran” ini.

Dalam RT, terdapat teknik RT Action 2 – Vivify Specific yang memang bertujuan menciptakan peningkatan fokus ke dalam diri sebagaimana dijelaskan di paragraf sebelumnya, yang bertujuan mengakses SEM dari Resource State di Underlying State dan mengaktifkannya di Concsious State.

Terciptanya pengerahan fokus ke dalam diri, ditambah lagi dengan aktifnya Resource State dari Underlying State ke Conscious State, apa artinya? Ya, kondisi “perpindahan kesadaran dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar”, dimana hal ini termasuk ke dalam kondisi hipnosis.

Hal ini juga yang menjadikan jawaban “ya dan tidak” tadi muncul dimana jawaban “ya” ini mengacu pada adanya kondisi hipnosis dalam proses RT. Namun kondisi hipnosis ini bukanlah hanya dialami dalam RT, melainkan dalam teknik terapi apa pun yang mengajak klien untuk fokus ke dalam diri. Paling tidak hal ini bisa menjelaskan alasan di balik adanya jawaban “ya” atas pertanyaan tadi.

Namun bukankah ada opsi “tidak” juga di jawaban saya tadi? Ya, hal ini karena dalam wujud praktiknya hipnoterapi pada umumnya difasilitasi melalui sebuah proses Induksi terlebih dahulu di awal, yang pada umumnya berupa proses “relaksasi” dimana klien diajak memasuki kondisi “setengah tertidur”, sampai mereka memasuki level kesadaran yang dirasa cukup, barulah proses terapi dilakukan. Hal inilah yang tidak  dilakukan dalam RT.

Dalam RT sesi terapi dilakukan dalam percakapan aktif, dalam posisi duduk biasa, bahkan beberapa teknik terapi dilakukan dengan mata terbuka, yang menjadikan ia tidaklah seperti hipnosis-hipnoterapi.

Perlu diketahui juga bahwa RT dikembangkan oleh Dr. Emmerson dengan tidak membahas hipnosis, karena tidak semua orang atau tidak semua tenaga kesehatan bisa menerima konsep hipnosis dengan mudah. Ditambah lagi mempelajari proses hipnosis saja sudah memakan waktu tersendiri yang membuat pembelajaran bisa berlangsung lebih lama, sementara Dr. Emmerson ingin teknik ini bisa dipelajari dengan efektif oleh siapa pun yang ingin mempelajari dan mempraktikkannya.

Di negara lain, RT banyak dipelajari oleh tenaga kesehatan formal seperti psikolog, psikiater dan pekerja sosial dimana mereka juga menghadapi dilema yang sama, yaitu masih sulitnya masyarakat di negaranya untuk menerima hipnosis sebagai fenomena ilmiah, untuk menjelaskannya saja sudah memakan waktu sendiri. Disinilah RT menjadi solusi karena mereka tetap bisa memfasilitasi proses terapi yang ditujukan untuk menghasilkan perubahan di pikiran bawah sadar langsung ditujukan pada Resource State yang bermasalah tanpa harus menggunakan atau menjelaskan proses hipnosis formal pada kliennya.

Jika Anda adalah juga seseorang praktisi hipnosis-hipnoterapi, mempelajari RT akan memberikan cara pandang baru atas cara kerja pikiran bawah sadar (Underlying State) dalam bentuk dinamika Resource State. Kalau pun Anda adalah seseorang yang belum sempat mengenal hipnosis-hipnoterapi sama sekali pun maka hal itu tidak menjadi masalah karena dasar pemahaman dalam RT sudah dirancang untuk membantu Anda memahami RT dengan tidak perlu memahami hipnosis-hipnoterapi terlebih dahulu.

Penulis:

Professional Life Coach & Clinical Hypnotherapist, Executive Director of Resource Therapy For Indonesia & Malaysia