Kerangka kerja utama yang digunakan dalam Resource Therapy (RT) adalah yang disebut sebagai Resource Therapy Process (RT Process), dimana RT Process ini terdiri atas empat fase utama penanganan, yaitu Aim, Classify, Acitions dan Review, yang lalu disingkat dalam frasa “ACAR”.
Tujuan pokok dari RT adalah mengembalikan Resource State yang mengalami Resource State Pathology (temukan lebih jelasnya di artikel yang mengulas “Resource State Pathology” dengan klik di sini) ke kondisi normalnya, yaitu kembali menjadi Normal State, hal inilah yang kelak difasilitasi melalui kerangka kerja ACAR dalam RT Process. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut perihal RT Process – ACAR:
Aim
Tahapan dimana kita mengidentifikasi tujuan penanganan yang menjadi harapan perubahan klien, yang siap diubahnya melalui penanganan bersama kita.
Klien datang menemui kita karena ada sebuah gejala masalah yang membuat mereka tidak nyaman, dimana gejala masalah ini dilatari oleh adanya Resource State Pathology dalam dirinya.
Alih-alih menghabiskan waktu untuk fokus pada “apa masalah klien” dengan bertanya “Apa yang bisa saya bantu?” atau pun “Apa yang menjadi masalah Anda?” dalam tahapan Aim kita fokus pada pertanyaan sederhana: “Hal apa yang ingin diatasi melalui sesi bersama saya kali ini?”
Dalam kenyataannya tentu ada banyak cara untuk mengemas pertanyaan itu, kalimatnya tidak perlu persis seperti yang Anda lihat tadi, melainkan bisa bervariasi. Esensi dari pertanyaan itu pada dasarnya adalah untuk menghindarkan kita dari proses awal yang terlalu bertele-tele karena terlalu banyaknya detail informasi yang belum tentu diperlukan dalam jalannya terapi. Dengan menanyakan “apa yang klien ingin atasi melalui sesi bersama kita kali ini” maka kita bisa memfokuskan arah penanganan pada hasil akhir spesifik yang klien harapkan dan mendapatkan detail permasalahan sejauh yang diperlukan sehubungan dengan permasalahan yang klien alami tanpa harus terbawa melebar ke berbagai arah pembicaraan yang tidak esensial.
Jawaban klien atas pertanyaan itu akan menjadi jalan pembuka yang membawa kita pada proses kedua yaitu Classify.
Classify
Beranjak dari jawaban klien seputar permasalahan yang ingin diselesaikannya melalui sesi terapi bersama kita, Classify menjadi tahap dimana kita mengumpulkan informasi lebih jauh seputar permasalahan klien, mengidentifikasi Resource State Pathology dalam kasus klien berdasarkan manifestasi permasalahan Resource State.
Classify adalah RT Process yang juga menjadi bagian dari RT Actions, yaitu tindakan penanganan untuk mengembalikan Resource State Pathology ke kondisi normalnya. Dalam RT Actions, Classify mewakili tahapan RT Action 1 – Diagnosis.
Setiap Resource State Pathology memiliki kebutuhan spesifiknya masing-masing untuk bisa kembali ke kondisi normalnya, yang kita lakukan di tahapan Classify adalah mengidentifikasi Resource State Pathology yang melatari permasalahan klien berdasarkan gejala permasalahan spesifik yang ditampakkanya.
Pemikiran yang mendasari Classify adalah adalah bahwa setiap Resource State Pathology selalu memiliki ciri spesifik yang kelak termanifestasikan menjadi gejala (simtom) permasalahan spesifik, karena sedemikian spesifiknya manifestasi dari Resource State Pathology ini dalam bentuk gejala permasalahan, ketika spesifikasi masalah klien di masa kini sudah terdefinisikan dengan jelas maka saat itu juga Resource State Pathology bisa diidentifikasi.
Ketika Resource State Pathology sudah diidentifikasi dengan jelas maka tindakan (action) penanganan spesifik pun jadi bisa dilakukan untuk menormalkan Resource State Pathology, dimana hal ini akan membawa kita pada proses ketiga, yaitu Actions.
Actions
Tahapan menerapkan tindakan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan Resource State Pathology untuk mengembalikan mereka ke kondisi normalnya
Jika sedari tadi Anda sempat membaca frasa “RT Actions”, maka di tahapan ketiga inilah RT Actions ini kita bahas.
RT Actions merupakan seperangkat teknik yang memiliki fungsi therapeutic untuk mengembalikan Resource State Pathology ke kondisi normalnya.
Lain Resource State Pathology lain juga kebutuhan therapeutic yang diperlukan untuk kembali ke kondisi normalnya. Akan ada Resource State Pathology yang berbeda namun ternyata mereka memerlukan pendekatan sejenis, dan ada juga pendekatan spesifik yang benar-benar hanya diperuntukkan bagi Resource State Pathology tersebut. Kumpulan teknik therapeutic itulah yang dikelompokkan menjadi seperangkat tindakan penanganan yang disebut RT Actions.
Terdapat dua belas teknik utama dalam RT Actions dan tiga teknik tambahan, sehingga total ada lima belas teknik RT Actions.
Setiap RT Action juga sudah dinomori (RT Action 1, RT Action 2, dst) untuk memudahkan kita dalam menemukan kategorisasinya di dalam tabel RT Actions yang disediakan.
Semua kebutuhan teknik yang diperlukan untuk menormalkan kembali Resource State Pathology sudah terangkum dalam lima belas RT Actions ini, sehingga fokus pembelajaran dalam RT ditujukan hanya pada penguasaan lima belas teknik ini.
Lain Resource State Pathology akan lain juga kebutuhan RT Actions yang dipersyaratkannya untuk bisa mengembalikannya ke kondisi normalnya, disinilah rangkuman dari peruntukkan RT Actions untuk masing-masing Resource State Pathology ini sudah disiapkan sebagai sebuah treatment plan (rencana penanganan) spesifik untuk masing-masing Resource State Pathology.
Yang perlu kita lakukan adalah memastikan ketepatan dari Resource State Pathology melalui proses Classify, lalu menyiapkan treatment plan spesifik yang diperuntukkan untuk mengembalikan mereka ke kondisi normalnya.
RT Actions sudah berisikan tahapan lengkap terapi dari awal sampai akhir, sampai ke tahapan pengujian hasil terapi. Setelah kita memastikan proses terapi berjalan sesuai harapan barulah kita menyudahinya di proses berikutnya, yaitu Review.
Review
Tahap akhir penanganan setelah proses terapi selesai. Tahapan Review merupakan tahap penutup dimana kita mendiskusikan hasil penanganan bersama klien, termasuk memfasilitasi diskusi jika ada hal-hal yang ingin klien tanyakan atau pastikan seputar jalannya terapi yang sudah dilaluinya.

