Melihat gambaran jalannya terapi dengan Resource Therapy (RT) yang mengajak kita berkomunikasi dengan Parts, ada kalanya muncul pertanyaan: apa perbedaan dari Parts/Resource State dengan kepribadian ganda? Apakah kepribadian ganda (Dissociative Identity Disorder [DID]) termasuk ke dalam Resource State Pathology (silakan temukan bahasan soal Resource State Pathology ini di artikel terdahulu yang sudah membahasnya dengan klik di sini).
Untuk memahaminya secara bertahap, pertama-tama perlu kita tegaskan dulu bahwa dalam sesi RT kita tidak berkomunikasi dengan yang disebut sebagai kepribadian ganda, melainkan dengan Resource State dimana posisinya lebih mengacu sebagai “mode kepribadian”.
Pernasalahan kepribadian ganda sendiri tidaklah digolongkan ke dalam Resource State Pathology dalam RT, namun tidak ada salahnya jika kita memahami fenomena ini dari sudut pandang RT.
Dari sudut pandang RT, kepribadian ganda melibatkan keberadaan Resource State yang “memisahkan diri” dari struktur kepribadian utama seseorang dan membentuk struktur kepribadian sendiri dimana kondisi Resource State yang memisahkan diri ini dikenal sebagai Alters.
Alters pada umumnya bisa terbentuk ketika seseorang mengalami pengalaman traumatis yang sedemikian berat dan menyakitkannya—biasanya di masa kecil—yang dijalaninya secara berulang dimana Resource State tertentu yang aktif di momen itu berulang kali harus menanggung beban dari sakitnya pengalaman itu.
Ketika hari berlalu dan orang ini menjalani aktivitasnya dengan Resource State lain yang aktif di Conscius State, ada kalanya ia—baik secara sengaja atau tidak sengaja—mengingat lagi kilasan pengalaman yang menyakitkannya, yang dilaluinya sebelumnya. Jika ia mengingatnya secara aktif sampai rasa sakit itu muncul lagi tandanya Resource State yang terluka itu akan aktif kembali di mode Conscious State, hal ini akan terasa sangat menyakitkan—jauh dari kata nyaman—dan oleh karenanya sebisa mungkin dihindarinya.
Sebagai manusia kita memiliki naluri dan mekanisme alami untuk menghindari rasa sakit (pain), yang membuat kita mengembangkan cara menghindari rasa sakit ini melalui sebuah mekanisme pertahanan, atau yang dalam Bahasa Inggris disebut defense mechanism.
Begitu juga yang dialami orang yang menanggung beban rasa sakit dari pengalaman yang menyakitinya sebelumnya ini, defense mechanism orang ini pun menyadari bahwa ia tidak akan kuat menahan beban rasa sakit yang bersumber dari ingatan atas pengalaman itu, maka di Resource State barunya ia memilih untuk tidak mengingatnya dan dengan sengaja menekan (repress) atau mengisolir keaktifan Resource State yang tersakiti itu jauh-jauh agar rasa sakit itu tidak perlu dirasakannya.
Ketika semua ini terus terjadi berulang dan dalam waktu lama (berkepanjangan) maka terbentuklah jenis Resource State yang “terluka berat” dan mekanisme pertahanan yang tidak ingin mengingat luka itu.
Seiring waktu berlalu orang ini bisa menjadi sedemikian ahli dan otomatisnya melakukan hal ini, yang mengakibatkan Resource State yang terluka itu benar-benar “terisolir”, Resource State ini seolah “dikarantina” dan jadi tidak bisa berbagi memori dengan Resource State lain. Apa yang Resource State ini alami hanya ia yang tahu sementara Resource State lain tidak berkesempatan berbagi memori atas hal itu, Resource State yang terluka berat namun “diisolir” inilah yang berpotensi menjadi Alters.
Seiring waktu berlalu juga, yang terjadi adalah koneksi sinaptik yang terbentuk antara Resource State lain dan Alters ini makin memudar karena sedemikian dihindarinya Alters ini untuk diingat atau untuk aktif di Conscious State. Di titik inilah Alters ini bisa akhirnya “terputus” atau “memisahkan diri” dari keterhubungannya dengan Resource State lain dan ia pun membentuk struktur kepribadian sendiri yang ketika aktif tidak dikenali Resource State lain.
Normalnya, ketika Resoure State aktif bergantian, Resource State yang aktif setelahnya di Conscious State masih bisa mengingat peristiwa yang baru dialami Resource State lain sebelumnya di Conscious State, meski yang sebelumnya aktif adalah Resource State dari Underlying State sekali pun.
Misalnya saja yang dialami mereka yang mengalami fobia. Ketika dihadapkan dengan objek yang dirasa mengancam Vaded State akan aktif di Conscious State, setelah situasi itu berlalu maka Vaded State kembali ke Underlying State dan Resource State lain muncul menggantikannya. Meski Resource State yang muncul setelahnya tidak mengenali Vaded State dan tidak tahu kenapa ia muncul, tapi ia tahu bahwa tadi ia merasa takut dan ia ingat bagaimana ia bereaksi ketika ketakutan tadi, karena masih ada koneksi sinaptik di antara mereka.
Lain dengan aktifnya Alters dalam fenomena DID, Resource State yang kemudian aktif selepas Alters kembali ke Underlying State sering kali tidak bisa mengingat apa yang baru saja dia lalui dalam mode Alters tadi karena koneksi sinaptik yang sudah memudar di antara mereka. Dengan kata lain, mereka yang mengalami kepribadian ganda tidak tahu atau tidak ingat apa yang terjadi ketika sisi Alters yang mewakili kepribadian gandanya aktif di Conscious State.

